Pulang ke kotamu

Saya hanya diam, dan melihat warna yang pelan-pelan berubah. Dari terang menjadi samar, dan kemudian temaram. Duduk di kedai kopi favorit saya sendirian, dan tanpa bisa ditahan-tahan ada rasa haru tatkala saya mengingat Jogjakarta.

Ini hari ketiga saya di Jogja, dan agenda saya hanyalah bertemu teman-teman lama, juga mengunjungi tempat-tempat yang memorable. Tentunya kedai kopi bernama Prada ini menjadi salah satu tempat tujuan saya. Di sinilah bulan-bulan terakhir saya di Jogja banyak dihahabiskan. Berbincang dengan teman dekat saya yang sedikit jumlahnya tentang hidup, ketuhanan, masa depan, urusan apapun yang ada di pikiran anak hampir lulus kuliah. Ketika tidak sedang berbincang, maka saya kembali menulis skripsi.

Saya merasa beruntung pernah menjadi bagian dari Jogjakarta. Tidak kota serumit Jakarta, pun tidak semembosankan Semarang (opini personal!). Kota yang mempertemukan saya dengan orang-orang yang tepat. Kota yang spirit juga prinsipnya sangat saya kagumi. Jogjakarta adalah cerminan masyarakatnya, dan denyut kehidupan masyarakat yang ‘sederhana’, meskipun sebenarnya ‘kaya’.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s