Pengalaman Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP

Ceritanya, dalam beberapa bulan terakhir ini sejak saya diterima beasiswa LPDP, banyak sekali teman-teman saya yang bertanya soal beasiswa ini. Dari mulai apa sih LPDP, syarat-syaratnya hingga ke tips dan trick mendapatkan beasiswa ini. Saya kemudian merasa, mungkin ada banyak teman-teman yang meskipun sudah sering mendengar namun masih mencari-cari informasi tentang beasiswa ini.

Melalui post ini saya ingin mencoba untuk membagi info #serialLPDP dengan teman-teman. Setiap beasiswa tentu memiliki pro dan kontra masing-masing. Sisi positif dan negatifnya, serta hal-hal lainnya. Terlepas beberapa kontra beasiswa LPDP ini di mata beberapa kalangan, namun setiap tahunnya peminat LPDP selalu semakin banyak. Setiap individu memiliki alasan mengapa memilih beasiswa apa, dan semoga postingan ini dapat membantu teman-teman.

Pertama, apa itu LPDP. Beasiswa ini terbilang cukup baru, diusulkan pada masa kepemimpinan Bu Sri Mulyani ketika menjabat menjadi Menkeu. Beasiswa ini adalah kolaborasi dari Menkeu, Dikti, dan Kemenag -meskipun mereka sebisa mungkin independen dari ketiga kementrian tersebut. Mereka mencover semua keperluan finansial kita dari mulai living cost yang memadai, settlement allowance sebesar dua kali living cost, uang buku, dan tiket pesawat pp. Mereka tak mengikat awardee-nya dengan mengharuskan bekerja di pemerintah atau balik ke Indonesia, meskipun demikian, fakta bahwa kita belajar didanai pajak rakyat adalah jangkar yang secara kasat mata mengikat kita untuk kembali ke tanah air.

Kedua, bagaimana apply LPDP? Saya paling malas menanggapi teman yang berujar ingin apply beasiswa atau sekolah namun belum riset sama sekali. LPDP memiliki website yang sebenarnya sudah mumpuni untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan general semacam syarat-syarat beasiswa ini apa saja. Nah kalau ingin membaca persyaratan umum dan khususnya bisa langsung di sini.

Pertanyaan setelah itu adalah, apa tips dan trick untuk mendapatkan LPDP? Secara garis besar, LPDP dibagi menjadi tiga tahapan seleksi yakni: seleksi administratif, seleksi wawancara dan LGD, serta PK.  Penting untuk membuat timeline studi teman-teman yang jelas. Maksudnya, apabila teman-teman berencana ingin kuliah akhir tahun 2016, maka apply beasiswa LPDP at least pada pertengahan tahun 2015. Perlu untuk selalu mengecek timeline LPDP dan mencocokkannya dengan keperluan kita. Mengapa? Karena peraturan LPDP, ‘uang’ baru bisa cair setelah kita menandatangani kontrak di akhir PK (apabila lolos PK). Nah, repot juga apabila kita sudah harus berangkat ke sekolah tujuan di luar negeri sebelum PK berlangsung, karena artinya: (1) harus nalangin uang untuk tuition fee dan living cost di san adulu dan (2) harus balik lagi ke Indonesia untuk ikut PK. Sehingga, harus hati-hati dan teliti dalam menyusun timeline yang rapi dan tidak menyusahkan diri sendiri nantinya.

Saya akan mencoba menguraikannya satu persatu berdasarkan pengalaman saya mengikuti beasiswa ini, dan saya akan memulai #serialLPDP dengan penjelasan soal seleksi administrasi. Tolong diingat apabila saya mengikuti proses ini pada awal tahun 2014, sehingga mungkin saja akan ada penyempurnaan atau perubahan proses seleksi di masa yang akan datang.

1. Seleksi Administrasi

Ini adalah seleksi pertama, yakni melengkapi berkas administrasi kita. Apa yang perlu dilakukan untuk pertama kali? Apply on-line LPDP dengan mengklik link ini. Ada banyak yang harus diisi di portal online tersebut, dan butuh ketelitian serta kesabaran. Setelah mengisi semua isian dari mulai riwayat pendidikan, pengalaman organisasi, gaji terakhir etc, kita harus submit 3 esai dan beberapa kelengkapan dokumen seperti: ijazah, transkrip nilai, rencana studi, TOEFL/IELTS, beberapa berkas surat (Surat Pernyataan Tidak sedang dan tidak akan menerima bantuan beasiswa Magister dari sumber lain baik dalam negeri maupun luar negeri; Berkelakuan baik dan tidak pernah melakukan tindak pidana; Sanggup mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara setelah menyelesaikan studi; Sanggup menyelesaikan studi Magister sesuai dengan waktu yang tentukan), surat izin belajar bagi yang sudah bekerja, surat rekomendasi, LOA bagi yang sudah memiliki dan scan KTP.

Ada desas-desus yang mengatakan apabila ketika kamu sudah memiliki LOA, maka kesempatan mendapatkan beasiswa LPDP semakin besar. Apakah benar demikian? mungkin saja. Ketika saya apply pertama, saya belum mengantongi LOA. Namun di tahapan wawancara, saya sudah memiliki LOA dan saya berikan salinan LOA saya di sana ketika itu. Memang mayoritas teman-teman saya yang diterima telah memiliki LOA, meskipun saya mengenal beberapa orang yang juga sudah diterima tanpa mengantongi LOA.

Di tahapan pertama ini, tips untuk lolosnya menurut saya ada di kekuatan esai dan kelengkapan dokumen kita. Jangan sampai tidak lolos karena lalai upload KTP, atau menyertakan TOEFL yang sudah expired, atau tidak submit surat-surat yang diminta. kedua, siapkan esai yang benar-benar merepresentasikan kamu dan bercerita. Membuat esai itu tidak mudah, dan terkadang butuh beberapa minggu untuk hanya menulis beberapa biji essai.

Biasanya dalam satu lembaran surat motivasi itu, saya memutuskan untuk bercerita. Saya tahu bahwa saya harus membuat tulisan yang tidak membosankan, dan hidup. Kreatiflah dalam menjawab pertanyaan utama dari essay motivasi: kenapa kamu orang yang tepat untuk program ini? Ada banyak essay-essay kreatif, dan saya teringat ada satu essay dari applicant Harvard yang menceritakan banyak kelemahannya hingga dia ingin belajar di Harvard. Saya pernah memakai tips itu untuk salah satu essay saya, dan berhasil juga hehe.

Intinya, be creative in answering that particular question. Show off penting dalam essay ini, tapi jangan mengisi selembaran dengan full pamer kalian sudah ngapain apa. Berceritalah mengapa kalian orang yang paling tepat untuk program ini. Dalam surat motivasi saya, saya ceritakan masa kecil saya dan salah satu kejadian remeh di masa kecil yang membuat saya tertarik dengan ketimpangan sosial dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Lalu rangkailah dengan beberapa bukti bahwa apa yang kalian ceritakan itu benar (bukti bisa berupa award yang pernah kalian terima, atau kegiatan yang kalian lakukan). Ada tiga esai di LPDP ini, dan buatlah esai-esai yang menarik namun jujur.

Untuk menyimpulkan, seleksi administrasi menurut saya adalah yang paling menjadi filter selama ini -in a way banyak yang nggak lolos di sini. Kesimpulan atas observasi saya sendiri, kita harus berusaha untuk menulis esai yang paling merepresentasikan kita dan unik serta menarik. Selain itu, semua dokumen benar-benar harus dilengkapi.

Demikian dulu sharing untuk tahapan LPDP yang pertama, nanti saya akan mencoba untuk share tahapan wawancara, LGD dan PK;)

Advertisements

One thought on “Pengalaman Seleksi Administrasi Beasiswa LPDP

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s