Dasar Masokis

Sesibuk-sibuknya kamu, kalau dia seberharga itu, pasti akan ada saja jeda yang entah bagaimana caranya selalu berhasil kamu sisipkan di antara padatnya jadwal harianmu.

Dan vice versa.

Maka apabila dia sering alpa menanyakan bagaimana harimu, atau tidak mengangkat panggilanmu, dengan alasan tidak adanya waktu; bukankah sudah sepatutnya kamu mengerti bahwa kamu tidak sedemikian berharga untuk siapapun ‘dia’mu itu? Dia, yang sayangnya memang kamu sayang sepenuh hati. Sayangnya.

Lama-lama kamu pun tahu, hatimu seperti sedang digigiti sedikit demi sedikit; sakit. Namun tak lama setelahnya, kamu ketahui juga bahwa kamu ternyata masokis. Karena diam-diam, kamu mencandui sensasi dari sakit. Dasar-kamu-masokis.

Tapi bagaimana lagi, seperti yang dulu sekali pernah kukatakan padamu, dia yang benar-benar sayang akan tetap tinggal. Iya kan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s