Ketika kamu diam saja

Kepada kamu yang mencari potongan kebahagiaan hingga jengkal demi jengkal langkah kaki kamu jejakkan di mana-mana,

Di entah mana nanti ketika kamu terengah-engah dan hendak menangis karena lelah juga depresi, apakah kamu juga akan tersadar bahwa sebenarnya semua yang kamu cari telah disediakan Dia di dalam dirimu sendiri?

Kamu selalu beriorintasi keluar, dan lupa dengan inti yang tertanam dalam-dalam di sini. Aku bisa merasa bahagia hanya kalau aku ingin merasakannya.

Kita semua mungkin telah tahu teorinya. Namun seringkali alpa dan masih bebal tidak mau begitu saja percaya. Namun lagi, tidak ada yang sia-sia dalam setiap petualanganmu menemukan kamu. Bukankah kita baru akan mengerti setelah sebelumnya tidak mengerti? Dan menemukan setelah sebelumnya tersesat juga hilang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s