Hippocampus

Teman saya bilang, bagian belakang otak kita adalah tempat untuk menyimpan memori. Saya tidak tahu bagaimana cara kerjanya ―yang bisa dipastikan pasti rumit, dan hanya bisa dijelaskan dengan istilah alien yang belum tentu saya pahami juga. Bicara soal memori, pernahkah kalian mengalami sesuatu sekarang kemudian terlempar ke belakang entah ke mana? Ketika kalian mendengar sebuah lagu, dan secara refleks karenanya kemudian akan teringat sesuatu yang terjadi beberapa masa yang lalu. Lagu That’s Why -nya MLTR, selalu akan membuat saya mendadak teringat pada masa kecil, Ayah, dan atmosfer di dalam mobil ketika perjalanan pergi ke luar kota. Karena Ayah sering memutar lagunya MLTR yang ini. Lalu lagu ‘Takkan Terganti versi Marcel’ akan membuat saya teringat Mesty dan kos lama. Karena dulu waktu pertama kali baca artikel tentangnya di masa awal kuliah dulu, saya sedang mendengarkan lagu Takkan Terganti di kos lama. Lalu saya akan teringat pada Chris, teman saya yang backpacker-an keliling dunia, ketika saya mendengar lagunya James Belafonte yang Jamaica Farewell ―karena dia yang pertama kali mengenalkan lagu itu pada saya. Dan saya akan teringat salah satu teman baik saya yang super ambisius ketika saya mendengar lagunya Billy Joel yang Vienna ―karena kami pernah berjam-jam mengerjakan tugas ditemani lagu ini, juga karena lagu ini kami banget.

Kadang kita ingin lupa saja. Untuk memori yang tidak menyenangkan, memalukan, atau menyakitkan. Tapi sepertinya, setiap sel dalam tubuh kita menolak. Menolak untuk lupa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s