Nggak ada yang nggak mungkin, cuy!

I somehow proud of myself. Hahaha. Empat bulan lalu, saya benar-benar nggak bisa masak sama sekali even nasi sekalipun (ini agak keterlaluan sih). Di rumah memang saya nggak pernah masak, dan hal yang lumrah bagi keluarga kami apabila perempuan (Ibu dan kakak saya juga nggak bisa soalnya) tidak bisa memasak jadi tidak ada yang memaksa saya harus bisa memasak.

Tapi terus di sini, mau nggak mau saya harus masak. Pertama, karena kalau mau makan di luar 3 kali sehari, sama saja bunuh diri. Kedua, karena kangen juga gitu loh sama masakan-masakan Indonesia yang pedes-pedes dan kaya rempah-rempah. Jadi mulailah saya memasak hehe. Bener juga sih, pernah denger dulu anekdot kalau kamu tinggal di luar negeri maka kamu balik-balik jago masak.

Dua bulan pertama, masih agak jarang masaknya. Dan kalau mau masak juga pasti yang sederhana-sederhana saja kayak nasi goreng etc. Tapi kemudian entah sejak kapan tepatnya (Desember kali ya), saya dan dua besties -Luisa dan Aya, saya mulai sering dinner bareng dengan masakan khas negara masing-masing. Well, sebenernya cuma Jepang sama Indonesia doang sih dishes-nya, karena satu temen yang dari Jerman bener-bener nggak bisa masak sama sekali. Dan bahkan sampai sekarang doi nggak pernah nyalain microwave sama kompor di dormnya. Keterlaluan cuks lol.

Anyway, mulailah saya sejak itu masak yang macem-macem, -yang menurut saya udah sophisticated gitu makanannya, tapi kayaknya kalau untuk parameter normal masih gampang gitu deh wkwkwk. Dari gulai, capcay (iya ini gampang), nasi goreng (iya ini lebih gampang), soto ayam (rebek banget cuuuy), mie goreng, sup ayam dan saya lupa apa-apa lagi. Tiap minggu hampir tiga kali kita dinner bareng, jadi ya sudah lumayan banyak lah ya yang saya masak. Dua temen saya tadi bilang kalau saya talented gitu sama masak-masak stuff. Kayaknya mereka bohong deh. Lol. Eh tapi beneran deh, kayaknya saya punya bakat terpendam di bidang permasakan. Soalnya, beberapa kali kami kedatangan tamu undangan di acara dinner rutin kami, dan mereka bilang enak gitu wkwk (tunggu saja sampai mereka nyoba masakan Indo dari orang lain kali ya, terus mereka berubah pendapat deh lol).

Anyway, sumpah ntar pasti kangen banget sama ritual dinner rutin ini. Nangis banget cuy ntar kalau udah pada balik dan ngelihat video-video sama foto-foto aneh pasca dinner. Luisa sama Aya bener-bener aneh soalnya, kita bertiga kayak kumpulan orang-orang aneh yang terbuang HAHAHA. Ah masa muda.

Anyway, ini anyway yang terakhir. Nih beberapa foto masakan saya (yang katanya lezat sekali *ngaku-ngaku*). Foto-foto ini membuktikan bahwa (sekali lagi) NGGAK ADA YANG NGGAK MUNGKIN CUY. Asalkan mau nyoba, dan coba terus, pasti kamu jadi bisa (atau at least akan improve lah ya hehe).

DSC06000 DSC05377 DSC05997 sup

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s