On Friendship

Kamu tahu, kita sama-sama muda dan ingin melangkah ke segala penjuru. Ke manapun kita mau. Bolehkah aku menganalogikan hubungan kita seperti pelabuhan dan perahu? Sebagaimana kebanyakan pelaut lainnya, ketika musim penghujan telah reda atau katakanlah angin tidak sedang gila-gilanya, maka kita akan mulai berlayar. Ke seluruh penjuru, ke manapun kita mau. Terserah semaumu, hingga capai dan puas memberi makan ambisi juga nafsu.

Tapi satu yang selama ini selalu terjadi. Selalu ada waktu untuk berlabuh, ketika ingin dan/ataupun butuh. Bukankah sangat menghangatkan rasanya, ketika kamu tahu sudah tidak berinteraksi dengan seseorang begitu lama, namun ketika kamu mulai mengobrolkan sesuatu… rasanya kalian tidak pernah berpisah sebelumnya? Ada ‘rasa’ yang selalu sama juga familiar, dan tidakĀ berubah. Apabila kamu pernah mengalaminya, maka kamu akan mengerti tanpa aku perlu menjelaskan lagi.

Ya, selalu ada waktu untuk berlabuh. Ketika ingin, dan/ataupun butuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s