duaribuduabelas

Klise ialah membuka tahun 2013 dengan cerita tentang 2012. Ah, tapi bukankah kita ‘hari ini’ tidak akan menjadi kita tanpa hari kemarin? Dan ‘kita’ yang akan datang, dibentuk dari kita yang sekarang, bukan? Untuk saya, 2012 ialah sebuah petualangan. Petualangan ke dalam, untuk semakin mengenal, mengerti dan menemukan jawaban.

Januari

Januari dibuka dengan sisa-sisa kehectican yang tidak habis dimakan Desember tahun sebelumnya. Saya agak lupa apa saja tepatnya yang saya lakukan ketika itu. Beberapa yang saya ingat, Ujian Akhir Semester, rekap dan ngerapiin sedikit berkas anak-anak yang ditutorin dan juga Danone Trust. Pertengahan Januari adalah seleksi country final pertama danone trust. Masih ingat bagaimana persiapan kami berhari-hari hingga tengah malam di rumah Fida atau Bela, untuk seleksi pertama ini. Masih keinget pula bagaimana rebeknya kami mengatur jadwal susulan UAS, karena unfortunately seleksi country finalnya nabrak UAS.

Februari: Perjalanan Menuju Paris Lebih Dewasa

Meski lolos hingga 6 besar, dan sudah sejengkal menuju tempat impian kami, tapi kami gagal. Februari adalah perjalanan menuju lebih dewasa. Untuk belajar menerima, dan melepaskan. Untuk belajar bahwa tidak semua apa yang diimpikan menjadi kenyataan. Untuk belajar bermimpi lagi. Iya, lagi. Karena bermimpi tidak akan membuatmu kalah dan merugi. Hanya ada dua ending dalam perjalanan merealisasikan mimpi; menjadi pemenang, atau menjadi lebih kuat. Kalah adalah mereka yang tidak berani untuk bermimpi, atau hanya sekedar bermimpi tanpa punya tekad untuk merealisasikannya. Cheers. Oh ya, di bulan ini juga bertemu banyak orang hebat yang membuat saya semakin percaya pada nasib Ibu kita bersama, Ibu Pertiwi.

IMG-20120222-00188

Country Final Danone Trust!

iycs

Indonesian Young Changemakers Summit

Maret

Satu tahun sebelumnya, kakak saya mengikuti sebuah acara yang berlangsung selama enam bulan bernama Young Leaders of Indonesia McKinsey. Dari dia pertama kali saya mendengar tentang YLI. Dan memutuskan untuk coba apply tahun ini. Keputusan yang tidak disesali, karena dari sana saya bertemu dengan kawan-kawan, juga orang-orang yang memberikan banyak sekali pelajaran hidup bagi saya.

327189_4433384161777_1185789654_o

YLI

Btw, bulan ini juga super setres karena seleksi mapres fakultas. Membuat makalah dan mengumpulkan berkas-berkas. Benar-benar bukan bulan yang bersahabat untuk deadliner dan procrastinator.

April

Saya ingat perasaan saya campur aduk ketika diberi tahu saya terpilih menjadi mapres Fisipol. Antara senang, tapi juga campuran sedih dan terbebani. Tapi setelah bertemu dan hidup dua hari di camp bersama teman-teman mapres dari fakultas lain, yang ada tinggal senangnya doang. Ini lebih mirip main-main dan bertemu teman-teman baru daripada proses seleksi sebuah kompetisi. Lol. Selamat kepada Wanda, yang akhirnya mewakili UGM ke tingkat nasional.

DSC01734

Mei-Juni

Agak boring. Antara persiapan seleksi lanjutan Mapres universitas (karena lolos 6 besar), YLI, dan ketemu geng micin di sebuah acara yang diselenggarakan US Embassy.

559556_3096517580002_1650800113_nSaya semacam salah kostum

Juli-Agustus

KKN! Tidak ada aksara yang mampu mendeskripsikan apa yang saya alami di sana. Saya bersama orang-orang yang tepat, di tempat yang tepat. Thanks to Shofi Awanis yang telah menjebloskan saya di tim KKN ini.

381248_3809199823667_804312975_n DSC03539

September

Pertama kalinya melakukan riset yang serius. Ceritanya jurusan saya di UGM bekerja sama dengan DAAD dan Universitas Freiburg untuk melakukan riset. Dan sebulan riset ini ternyata sangat nagih! Saya beruntung karena saya dan partner riset super duper klop w/ each other.

jjpartner in crime

550867_4401274721688_1236451427_n

Di akhir bulan ini juga, saya meninggalkan rumah untuk sejenak pergi ke Jepang.

Oktober – Desember

Jepang. Ceritanya sekarang saya udah capek dan malas nerusin lol. Anyway, tahun ini ditutup dan diawali dengan perjalanan backpacking 11 hari mengelilingi Jepang. Perayaan tahun baru, kami habiskan di Nara, dengan antri di depan temple selama sejam-an, bersama ribuan orang lain. Btw, traveling dan hidup di jalan, benar-benar membuat saya semakin mengenal diri saya sendiri. Dan membuat saya bersyukur. Juga lega karena masih ada banyak orang baik di dunia ini. Saya dan seorang teman dari Jerman, benar-benar minim bahasa Jepang dan punya problem dengan ‘arah’. Alhasil kami sering tersesat, tapi selalu ada orang baik yang mau membantu. Misalkan waktu di Kyoto, tengah malam dalam perjalanan pulang menuju hostel, kami tersesat dan clueless banget. Terus ketemu cowok yang mau bantuin kami, nemenin setengah jam-an hingga kami akhirnya tiba di depan hostel. Rasanya touched banget saat kami tahu si cowok ini bahkan nggak pakai kaos kaki, cuma sendalan Crocs doang. Padahal saat itu udah lewat pukul satu, dan dingin sekali. Bilang saya naive, tapi saya percaya apabila semua orang pada dasarnya baik.

DSC05806Happy new year!

Advertisements

2 thoughts on “duaribuduabelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s