Tentang Cukup

Aku ingin selalu menjadi dia yang sadar untuk berhenti, di tempat seharusnya dia berhenti. Tidak ada kata sifat yang sebenarnya berpotensi untuk melukai kamu, atau mereka selain kamu. Tidak, hingga kata sifat itu bertemu dengan awalan ‘terlalu’.

Aku ingin selalu menjadi dia yang sadar kapan cukup adalah cukup. Atau menjadi dia yang selalu ingat, bahwa rakus hanya akan membuatmu semakin layu. Karena pelan-pelan membunuhmu.

Aku ingin selalu menjadi dia yang ingat. Bahwa kuah bakso yang paling enak ialah ketika rasanya pas, cukup. Bahkan apabila kamu menggilai pedas, kamu akan sadar bahwa terlalu pedas pada akhirnya tidak baik untuk tubuhmu. Atau ketika kamu menuangkan terlalu banyak cream di kopi pagi harimu, lalu yang ada adalah eneg hingga membuatmu curiga cairan di cangkirmu ialah susu.

Kamu bilang, too much of anything will definitely kill you. Tapi bahkan apabila aku ingat selalu, bagaimana caranya aku tahu kapan aku melewati garis-Mu? Ayahku selalu bilang, hidup adalah seni merasakan. Menggunakan hatimu untuk merasakan, benar atau tidaknya sesuatu. Sepertinya aku setuju.

Semoga aku selalu Kamu kasih tahu, dan bantu. Tentunya hanya apabila Kamu mau. Karena siapa aku hingga terlalu lancang menuntut-nuntut Kamu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s