Just be Yourself, They Said (!)

Jadi katanya, ini adalah hidup kamu. Ucapnya, jadilah dirimu sendiri saja. Tapi apakah iya, hanya kamu yang ada di ruangan ini? Teori terkadang terlalu naive dan menyenangkan, hanya sekedar untuk membuat tenang. Reality, does bites. The real world catches up on you, and bites you on the bot. Teori: this is your life and just be yourself. Realita: ini nggak hanya sekedar hidup dan kehidupanmu saja, so be the best of yourself.

Penghuni di ruanganmu, sedihnya (atau bahagianya) tidak hanya kamu saja. Ada kedua orang tuamu, juga adik dan kakakmu. Ada teman-temanmu. Juga kalau beruntung, ada teman dekat yang lebih cocok kau sebut sebagai keluarga kedua. Lingkaran hidupmu bertautan-beririsan dengan mereka. Jadi bukan, ini bukan hanya hidupmu; ada penghuni lain di ruanganmu. Sehingga iya, terkadang kamu tidak bisa sesederhana itu; menjadi diri sendiri saja. Melakukan semua yang ingin kamu lakukan atau juga mengucapkan segala yang ingin kamu katakan. Menjadi versi sebaik (dan jangan lupa, negosiasikan adjektif baik dengan nyaman) yang kamu bisa dari dirimu.

Studi kasus. Ada seseorang yang karena seleksi alam menjadi dikucilkan. Bukan niatan teman-temannya mengucilkan, namun bagaimana.. dia selalu membuat orang lain merasa tidak nyaman dan kesakitan. Terlalu banyak bicara dan sedikit mendengarkan. Teman-temannya bosan dan ingin berteriak di depan: hey, you’re not the center of the universe, wake up. Atau kata-katanya selalu menusuk dan menyakitkan; dan itu bukan untuk bercandaan (btw saya agak bingung juga dengan fenomena ini: ketika semakin sarkastik komenmu berarti kelihatan semakin intelektual. Well at least di twitter menurut saya kayak gitu kecenderungannya </3 ).

Tuhan saya menyuruh kami selalu memperbaiki diri: satu di antara sekian banyak perintahnya yang susah dan seringkali malas saya realisasikan. Tapi sedikit atau banyak perubahannya, harus saya akui apabila saya yang sekarang adalah hasil dari proses perjalanan dua puluh satu tahun yang cukup melelahkan namun menyenangkan. I’m a passionate observer of Life. Membuat saya seringkali terlalu peduli dan memikirkan dengan hal-hal remeh. Selalu ada sekelumit rasa tak nyaman apabila sesuatu berjalan tidak sesuai dengan kata hati. Back then years ago, saya terlalu egois, individualis, dominan, selalu ingin menang, dan masih banyak list panjang lainnya. Dan kemudian saya sadar apabila segala yang mengandung kata ‘terlalu’ itu tidak baik untuk dikonsumsi.  Saya mulai mengurangi komposisi agar rasanya sedap dan tidak berlebihan. Kadang berjalan dengan sendirinya tanpa saya bertekad untuk melakukan.

Saya beruntung. Bersyukur memiliki kakak, orang tua, dan teman-teman dekat yang sering menjadi cermin; sehingga saya dapat berkaca dan tahu seperti apa saya sebenarnya. Sering membantu saya tanpa mereka sadari, untuk tahu bagian mana yang lebih baik mulai diperbaiki. Saya beruntung; karena untuk menjadi versi yang paling baik dari dirimu, pertama-tama kamu harus tahu jawaban dari pertanyaan klasik ini: who the hell are you.

Advertisements

6 thoughts on “Just be Yourself, They Said (!)

  1. Halo kak Faelasufa!

    Saya Ofi, saya lagi blogwalking dan nemu blog kakak.
    Trus keterusan bacanya (ketauan kepo).
    Saya inget post kakak tentang Maia dan Mesty, saya juga suka banget sama perempuan yang keren, yang tahu passionnya dimana, yang tahu maunya apa dan apa yang harus dia lakukan. Dan dari yang saya baca sih kakak juga termasuk perempuan yang keren. Blog kakak menginspirasi sekali!! Terimakasih banyak karena sudah menuliskan kisah-kisah kakak dan menebarkan inspirasi, seperti kata Pak Anies :))

      1. Iya kak, sama-sama.
        Ada satu yang belum saya sampaikan kak, nggak tahu kenapa setiap baca postingan kakak saya bisa merasakan semangat kakak yang meluap-luap, dan semangat itu menular ke saya. Jadi, terimakasih juga untuk semangatnya :))

        Saya tinggal di Jogja kak, dan mahasiswa UGM juga, kak Fela tinggal di Jakarta sih ya sekarang, tapi siapa tahu kita akan bertemu suatu saat 😀

        Warmest regards,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s