(bukan) pemalas

Beberapa tahun yang lalu di kelas Pengantar Ilmu Hak Asasi Manusia, dosen saya bilang, orang miskin Indonesia itu nggak malas-malas. Mereka yang menjudge mereka pemalas harus tahu, effort orang-orang desa yang bangun subuh-subuh untuk ke sawah. Atau nelayan yang melaut ketika dingin menusuk hingga ke rusuk. Atau PNS rendahan di balai desa yang bekerja dari pagi hingga maghrib. Atau pemulung, hingga pengamen yang rela tidur di sisi jembatan layang semalaman. Mereka pemalas?

Lalu muncul suara lain, yang berkata bahwa mereka memang bukan pemalas. But hey, please do work smart. Memang benar, mungkin mereka hanya bekerja keras hingga nyaris gila. Tapi mereka mungkin tidak bekerja cerdas.

Ada sedikit miris dilematis yang mengiris-iris. Bagaimana apabila memang tidak semua orang seberuntung itu hingga bisa mengenal term work smart sejak belia? Orang yang ‘hanya’ memiliki efforts dan guts memiliki pilihan yang terbatas, kadang-kadang.

Dan bagi mereka yang tahu, sudah sepatutnya membagi ilmu.

Gambar diambil dari sini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s