Setidaknya, coba!

Stop over analyzing, because life is simple.

Saya terlahir sebagai orang yang ingin memandang dunia dengan sederhana, dan sayangnya hingga sekarang belum bisa. Paranoid akan segala yang berputar di sekeliling, hingga sesak napas karena pengap sendiri. Ketakutan sebelum mencoba karena sudah memikirkan ribuan probabilitas yang akan ada sebagai efek dari relasi sebab akibat. Hingga akhirnya, seringkali saya memilih untuk diam saja.

Kemudian di suatu akhir pekan yang terik, kesadaran itu mendadak saja mengetuk pintu depan rumah saya. Ketika saya sedang menjilat dengan seksama es krim coklat yang cepat sekali melelehnya. Seorang teman menawari saya es krimnya, berwarna hijau dan saya tahu rasanya berjudul ocha. Saya coba, dan ternyata tidak sedemikian aneh rasanya. Ribuan detik sebelumnya,  saya menolak untuk membeli es krim ocha dan memilih rasa coklat; yang telah sejak dasawarsa lalu saya ketahui seperti apa rasanya. Ada sepersekian detik jeda yang menusukku diam-diam, dan dalam-dalam. Orang yang sama, memiliki playlist yang serupa sejak masa SMA; kalaupun ada yang berbeda paling hanya satu-dua setiap tri wulan saja (ini lebih ke selera sih ya kayaknya lol). Orang yang sama, sering menolak ajakan kakaknya traveling karena berbagai alasan yang hanya dimengerti oleh homonculusnya hingga lalu memilih menghabiskan liburan di rumah saja. Orang yang sama, yang sering malas dan/atau menolak untuk mencoba.

Bukankah. Bukankah hidup yang simetris hanya berujung pada repetisi yang membosankan? Meskipun mungkin probabilitas kamu akan kesakitan akan berkurang; karena kamu sudah tahu seperti apa perjalanan ke depan. Sehingga beberapa akhir pekan yang lalu di suatu senja yang mendamaikan alam, setelah terik yang seperti neraka dan membakar sekitar, saya memutuskan untuk mereduksi jawaban tidak di setiap tawaran yang datang. Dari alam, yang dibawa oleh angin lautan dan dibisikkan melalui pori-pori yang lebih sering tidak kelihatan.

Tidak usah terlalu mengkhawatirkan kemungkinan-kemungkinan di depan, lakukan apa yang menurut kata hatimu benar untuk dilakukan sekarang. Realisasikan apa yang menurutmu benar-benar kamu inginkan dan butuhkan, jangan buang-buang waktu untuk mikir kebimbangan klise ‘enaknya-dilakuin-nggak-ya’ dan semacamnya. Keluar, dan temui orang-orang di luar sana. Bertukar cerita dengan orang baru. Baca buku-buku yang sebelumnya kamu pikir nggak akan kamu suka. Berjalan, yang jauh hingga kamu merasa sepertinya kamu tersesat. Karena bukankah dengan merasa ‘tersesat’ berarti kamu tahu kamu sedang tidak berada di jalan yang tepat, dan bahwa ada suatu tempat -yang terselip di antara kerumunan hiruk pikuk dunia- di mana kamu akan merasa ‘pulang’ ?

Travel often; getting lost will help you find yourself… Life is about the people you meet, and the things you create with them. So go out and start creating.  ~Holstee Manifesto

Ada saatnya kita mengenyahkan benang-benang kusut yang melilit tanpa sisa apa yang ada di dalam rongga kepala. Ada saatnya kita menutup mulut homonculus si Manusia Kecil, dan percaya sepenuhnya pada indera perasa. Ada saatnya, kita harus berhenti terlalu peduli dan menganalisis segalanya, untuk kemudian sekedar mencoba.  Kamu tidak mau di akhir petang, menyadari hidupmu hanya repetisi yang membosankan saja, bukan? Setidaknya coba, sebelum kamu memutuskan paling suka yang mana; memutuskan menyukai hal yang baru atau kembali ke rumah lama.

Tiga pekan setelah momen es krim ocha, saya mencoba banyak hal baru. Membeli sepeda dan pergi ke mana saja yang terlintas di kepala, dan bahkan menerima ajakan teman bersepeda ke suatu tempat yang membutuhkan waktu 2,5 jam untuk pulang-perginya. Mencoba makan segala makanan yang dahulu sepertinya tidak akan saya coba. Berhenti jajan terus di luar dan mencoba masak sendiri (!). Memilih untuk menghadiri lantern festival memakai pakaian aneh yang namaya Yukata, dibanding pakai kaos dan jins yang sudah saya ketahui nyamannya. Tidak lagi memesan cappuccino atau coffee latte dan mulai mencoba lainnya. Etcetera etcetera.

Dan setidaknya setelah mencoba, saya merasa lebih bahagia.

Advertisements

6 thoughts on “Setidaknya, coba!

  1. aku ngerasa samaaaaa! oke, makanya kuputusin aku bakal traveling ke lombok besok 27. sumpah nervousnya kemana2. ahahahaha…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s