Agak alay dan groupies

Setiap ada yang bertanya, siapa orang terkenal Indonesia yang saya kagumi dan menginspirasi saya, maka nama pertama yang ada dalam kepala saya adalah Mesty Artdjo (sengaja tidak lengkap agar nggak muncul di google saat ada yang nyari hehehe). Dan terus, orang yang bertanya biasanya akan heran atau kebingungan atau mengernyitkan kening. Lol. Dan saya pasti akan dengan bersemangat lagi, menjelaskan alasan di balik jawaban saya. Sangat dimaklumi sih. Mungkin yang bertanya semula memprediksi saya akan menyebut nama seperti Marty Natalegawa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Tri Mumpuni, Dewi Lestari, Goris Mustaqim, Ali Alatas, Agus Salim etc etc. Mungkin yang bertanya memiliki ekspektasi, seharusnya yang terinspirasi sama Mesty itu orangnya model, atau pemusik, atau anak kedokteran. Saya juga heran, sepertinya nggak ada line antara saya dan Mesty. Tapi nggak tahu kenapa, doi memang menginspirasi saya sejak pertama kali tahu dia di tahun 2009-an. C’est la vie. Prediksi kadang meleset, jauh sekali.

Bahkan ya.. minggu lalu saat saya ngomongin bakal calon judul skripsi saya dengan Pak Yahya, salah satu dosen saya yang sudah sepuh, saya masih nyebut-nyebut kak Mesty. Asli lah aneh sekali ya hehehe, like out of nowhere gitu loh kata-kata itu mendadak bisa muncul.

Jadi sejak tahun 2009 itu, mungkin tanpa saya sadari dia banyak mempengaruhi saya (for sure, not my fashion style sih ya lol). Dan anehnya, dari yang cuma tahu dari blog somebody di belantara dunia maya, kemudian saya semakin kenal kak Mesty. Dari mulai dulu dari facebooknya (dulu baru sekitar 2000-an gitu temennya, makanya mungkin saya bisa diapprove yah *honest* hehe), sampai dia follow saya juga di twitter (ini pamer, saya nggak minta difollow loohhh *ini kalo dibaca beliau saya langsung di unfollow :D*), kirim e-mail, terus ketemu beberapa orang yang kenal dia personally, terus akhirnya ketemu dia pas intern di Jakarta tahun lalu. Wah pas ketemu itu, nggak ada yang lebih nyenengin saat dia inget nama saya. Dan waktu ditanya manggilnya Fela atau Sufa, saya semacam masih berada di limbo. Ya sudah, sekarang saya dipanggil Sufa dan saya seneng-seneng saja LOL.

Oh ya, tadi saya bilang nggak ada yang lebih nyenengin daripada ketika dia inget saya kan, ternyata ada yang lebih nyenengin. Mau tahu? Mau tahu aja atau mau tahu banget? Hehehehe. Jadi, kami ketemu di seminar di mana dia menjadi pembicara dengan Muhammad Assad dan Pak Firmansyah yang dosen FE UI itu. Ketika dia sedang bicara, dia mention nama saya dong! Kira-kira seperti ini: “Kalau kata teman saya, Sufa yang ada di sana (then, nunjuk saya), bermimpilah  bla bla bla bla”. It was like… oh my god. Speechless moment. Saya sih sok cool aja, tapi demi apapun di dunia ini ya, bahkan deg-deg-annya saat itu melebihi deg-degan  yang saya alami saat presentasi makalah mapres di ruangan tertutup, di depan 4 profesor, yang lalu dibantai habis-habisan. Bisa dibayangkan kan deg-degan saya saat itu, semacam itulah. Hehehe.

Tapi beneran deh 3 tahun sejak itu hingga 2012 sekarang, ketika saya mencoba mengbungkan ‘dot-dot’ itu (connecting the dots, kalau kata Steve Jobs), saya merasa bersyukur saya dulu mengetahui ybs dari blog seseorang di dunia maya. Ada sesuatu atau beberapa hal dalam diri saya, yang dipengaruhi oleh ybs. Dan ya, saya bersyukur untuk hal itu. Semoga nanti kita bisa sama-sama sukses di path kita sendiri-sendiri, dan nggak lupa untuk membantu dorong rakyat Indonesia ya kak!

Saya nggak tahu kenapa saya jadi nulis ini, nggak nulis postingan blog yang sejam lalu ada di kepala saya. Padahal ini agak memalukan postingannya, dan nggak jelas, dan ya (again) malu-maluin yah. Hehe. Tapi ya itulah story of my life. Semoga ya ampun…. semoga ini nggak alay ya. Alay juga nggak papa sih. Semoga nggak kayak grupis deh at least. Tapi grupis juga nggak papa sih. Ah, labil.

Advertisements

4 thoughts on “Agak alay dan groupies

  1. Aku masih inget pertama kali liat kak Mesty pas kaderisasi Subsie di SMA.She was already stunning back then (waktu itu aku coro coro kelas 1 SMA dia udah kelas 3), dan emang drawing attention, bukan cuma cantik tapi ada something with her words yang..entahlah..kyknya aku bengong dikit pas dia ngomong.Hohoho, semoga alumni yang satu ini bisa kayak pendahulunya juga (Nicsap, Kak Mesty, Indra Herlambang)

    1. Dear tebak siapa,
      Oh nicsap itu dulu anak smandel yah, baru tau. Ish ish isshhhh jadi pengen berada di kaderisasi subsie km dulu, terus dengerin dia ngomong. Btw dulu, pas tahu km juga anak smandel, rasanya langsung excited gitu pengen nanya2 HAHAHA. Untung aku bisa ngontrol diri nggak lebay dan norak nanya2 hehehe. Semoga km yang juga alumni bisa kayak pendahulu2 km juga yah. Godspeed.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s