Getting naked

Writing is a socially acceptable form of getting naked in public. -Paulo Coelho

Saya sedang ingin menulis dan tidak tahu ingin menulis apa hehe. Sebenarnya saya tahu harus menulis apa, abstraksi skripsi. Apabila semua berjalan sesuai rencana, akhir bulan ini saya akan cabut dari kehidupan perkuliahan di UGM selama setengahan tahun, dan saya ingin skripsi sudah ada judulnya gitu sebelum cabut biar rasanya tenang gitu hehe. Hiks, tapi ya ituterkadang apa yang seharusnya dilakukan bukanlah sesuatu yang ingin dilakukan. Instead of membaca buku yang tadi dipinjam di perpustakaan tentang Bisnis dan Politik -dan lalu menulis abstraksi, saya membuka-buka ‘favorites’ di Twitter. Saya menemukan quote Paulo Coelho tadi, di antara sekian tweets yang saya putuskan untuk ‘difavorit’ pada hari-hari yang lalu. Dan lalu, saya merasa tertusuk-tusuk juga rasanya.

Seringkah kalian merasa telanjang ketika menulis? Saya sering merasa demikian. Rasanya nyaman. Terkadang juga campuran nyaman dan deg-degan. Apalagi kalau tulisannya sesuatu yang di dalam sekali, sesuatu yang biasanya hanya kita buka kepada mereka yang begitu kita percaya. Bukan hanya tulisan berbau curhat colongan, tapi juga tulisan tentang ide-ide yang cenderung radikal menurut versi diri kita sendiri. Ya nggak sih?

Seorang teman, sebut saja namanya Dodi *hehe*, pernah bilang apabila dia ingin membuat blog yang benar-benar protected. Entah itu dirahasiakan dengan memakai identitas yang tidak biasa dia pakai di kehidupan sehari-hari, atau benar-benar protected dan hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat. Teman lain, kali ini benar-benar tidak bernama, memiliki blog yang seperti impian Dodi itu. Saya sendiri baru tahu ketika kami terlibat curcol via skype. Setelah membaca blognya, saya jadi terinspirasi untuk membuat blog serupa. Bayangkan, kamu bisa sebebas apa menulis di sana!

So yes, saya akan membuat blog sampingan yang baru, yang kayak itu. I am so very excited.

Advertisements

2 thoughts on “Getting naked

  1. teman saya juga punya blog yang benar2 no identity banget. di blog itu dia bebas ngomongin apa aja, termasuk sekedar nyampah kalo katanya. padahal kalo lihat gimana kesehariannya, orang akan kaget kalo baca blog itu. beda banget.

    kadang kupikir, apa ini gara2 kita terkadang ingin bebas sebebas2nya, ga ingin terikat apapun termasuk norma2 di masyarakat? walau gimanapun, emang ga mungkin bisa mengabaikan rules yang sudah ada. sampai satu-satunya cara ya lewat blog tanpa identitas itu buat bener-bener bisa ‘naked’ 🙂

    Serius. saya suka tulisan ini. Karena ini yang sering ada di pikiran saya selama ini. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s