Merdeka!

Hari ini bangsaku, tumpah-darahku, bumiku, Ibuku, Indonesiaku… berulang tahun. Seperti layaknya aku ketika masih kecil dulu, ulang tahun Ibuku dirayakan. Aku ingat dulu setiap tahun sejak umurku belum genap dua hingga aku lepas TK, Ayah-Ibu selalu merayakan ulang tahunku. Seremonial rutin tahunan yang kusuka, karena hadiah-hadiah setelahnya. Juga kusuka karena ada lilin di atas kue. Balon melayang yang tidak lepas karena terikat sehelai benang. Lalu ada lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ yang setelah lilin padam akan mulai menyeruak dan memenuhi ruang.

Seremonial sama, juga dirayakan untuk Indonesia kita. Bedanya, balon diganti bendera. ‘Selamat Ulang Tahun’ diganti Indonesia Raya. Dan tidak ada lilin di atas kue raksasa.

Usia ke 67 untuk sebuah negara mungkin masih dalam hitungan belia. Atau bahkan mungkin balita. Belum dewasa. Masih banyak membuat kesalahan, mencari pengalaman, dan belajar. Tidak apa membuat banyak kesalahan, asal kita mau introspeksi dan belajar. Tidak apa lalai, asal kita berusaha tidak mengulangi alpa yang sama setelahnya.

Usia ke 67. Artinya, 67 tahun lalu cita-cita kemerdekaan mulai ditulis dan diceritakan. Diingat. Diresapi. Ditularkan.

Cita-cita, impian dan harapan. Semoga ini tidak hanya menjadi seremonial yang gegap-gempita. Tidak hanya menjadi pesta ulang tahun seperti ketika aku masih belia. Ada, tanpa aku mengerti sebenarnya untuk apa. Iya. Kenapa harus merayakan seremoni yang sama setiap tahunnya? Mengapa harus upacara bendera? Mengapa harus menyanyikan Indonesia Raya? Mengapa harus ini-itu?

Mungkin saja tidak ada artinya. Tidak ada artinya mengeluarkan sang Saka Merah-Putih yang selama 11 bulan 3 minggu kita simpan di dalam almari, untuk kemudian dikeluarkan-dibersihkan-dipasang di atas tiang bendera. Tidak ada artinya pagelaran upacara bendera selama satu jam atau lebih, dari mulai yang paling sederhana di halaman sekolah hingga yang paling megah di istana negara. Tidak ada artinya display picture, profil picture ataupun avatar twitter yang berubah menjadi segala yang berbau merah putih. Tidak ada artinya ucapan ‘Dirgahayu Indonesiaku’ di manapun itu, darimulai baliho di sudut kota tua hingga di dinding virtual sosial media. Tidak ada artinya juga tulisan-tulisan seperti ini.

Mungkin saja tidak ada artinya. Tidak ada artinya, apabila kita hanya merayakan saja tanpa tahu ‘mengapa’. Barangkali akupun belum mengerti. Tapi aku ingin mengerti. Kata seorang teman, kita merayakan kemerdekaan karena menjadi merdeka memang pantas dirayakan. Perlu ada satu momen untuk kita penuh menghayati dan mengingat, agar tidak lupa. Agar kita ingat kita merdeka. Agar kita ingat segala cerita perjuangan heroik yang pernah dituliskan sejarah dalam rangka menjadi bangsa Indonesia yang merdeka. Agar kita ingat, 17 Agustus 1945 kita resmi menjadi bangsa yang diakui dan berhak untuk mengejar cita-cita kita bersama; karena kita akhirnya merdeka.

Maka sudah seharusnya kita tahu cita-cita bersama. Sudah seharusnya kita bersama-sama menjadikan harapan yang telah tertanam selama 67 tahun (atau bahkan lebih) yang lalu itu menjadi realita. Sudah seharusnya kita tidak hanya sibuk mengejar cita-cita pribadi saja, dan hanya menjadi beban untuk bangsa tercinta. Sudah seharusnya kita tidak hanya makan dan berak saja. Sudah seharusnya kita tahu untuk apa menjadi merdeka dan apa pentingnya menjadi merdeka hingga sedemikian gilanya mereka dulu berusaha. Terimalah, senang atau tidak itulah beban kita sebagai anak dari Ibu pertiwi -dan ibu manapun di muka bumi ini. Terimalah, sebagaimana Ibu kita menerima kita apa adanya. Untuk Indonesia Raya.

Merdeka!

Danau Toba, Indonesia. Winner of IYCS Changemakers Photo Competition

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s