as a TEAM

With great power, comes great responsibility (Uncle Sam)

Sebagai sebuah individu, kamu boleh dan bisa melakukan apapun. Kamu akan bebas. Dan kamu sendiri yang akan menanggung resiko dari semua perbuatanmu. Sebagai sebuah individu, ada kalanya kamu akan bertemu individu lainnya, dan lalu terikat bersama atas nama kelompok, komunitas, tim, organisasi, atau apalah kamu menyebutnya. Sebagai sebuah tim, tentu cara kerjanya jauh berbeda dan lebih kompleks daripada ketika kamu hanya berdiri sendiri menaungi satu kepala, perasaan dan jiwa; kamu saja.

Lalu, pernahkah kamu terjebak dalam suatu kondisi, di mana kamu merasa muak dengan tim kamu? Ketika kamu adalah tempat bersandar bagi mereka satu tim, dan kepada kamulah mereka seringkali menaruh kepercayaan yang berujung pada kamulah yang harus lebih banyak melakukan pekerjaan tim. Atau ketika, simply kamu mendapatkan tim yang tidak setara dengan kamu kapasitasnya. Sehingga rasanya kamu selalu paranoid dengan hasil teman-teman satu tim kamu, dan akhirnya kamu mengintervensi satu-satu hingga hasilnya akan lebih baik lagi.

Bersyukurlah apabila kamu adalah golongan yang tidak perfeksionis, yang (maaf) lemah,  dan memiliki orang yang dapat digantungkan dalam sebuah tim. Vice versa, bagi yang sebaliknya, ada sedikit pesan saya untuk kamu.

Pertama, jangan pernah mengeluhkan ‘Aku lagi, aku lagi’ dalam hati maupun kepada teman satu tim kamu. Tolong sekali jangan. Percayalah, pada akhirnya semuanya nanti akan kembali kepada kamu. Lakukan saja karena itulah seni bekerja dalam sebuah tim. Selalu saja ada yang lebih kuat dan lebih lemah di antara lainnya. Sebagai yang lebih kuat, kamu memiliki tanggung jawab tak terlihat untuk bekerja lebih keras daripada lainnya. For the sake of your teamjust do that. Ingatkah kamu ada satu quote yang sangat menarik di film Spiderman, “With great power, comes great responsibility.” Putarlah perspektif kamu, kamu tidak dirugikan oleh teman-teman dan kondisi kamu. Sebenarnya, Tuhan justru ingin menambah kekuatan kamu dengan memberikan beban yang lebih daripada yang lain. Kamu memang seringkali tidak sadar ketika prosesnya berlangsung, namun di masa datang kamu pasti akan merasakan benefitnya.

Kedua, apabila tim kamu memperlakukanmu sebagai orang yang dipercayai untuk melakukan lebih, bersyukurlah! Bersyukurlah  karena di mata teman-teman kamu adalah pemilik great power, dan bukan termasuk mereka yang lemah. Bersyukurlah. Namun jangan lupa diri dan daratan. Di perjalanan yang akan datang, semakin banyak kamu akan bertemu dengan orang-orang yang hebat. Tetap belajar dan menambah kapasitas diri masing-masing.

Ketiga, tegas. Latihlah teman-temanmu untuk menjadi lebih mandiri, secara kasat mata tentunya. Hitung-hitung menjadi manusia yang lebih bermanfaat dengan memberikan pembelajaran yang tidak disadari oleh lainnya. Bagaimana caranya? Apabila pekerjaan teman dan/atau staff kamu tidak memuaskan, bilanglah. Minta tolong agar mereka membenahi pekerjaannya, dengan standar yang berlaku di lingkungan kamu saat itu. Kemudian ada pembeda antara menjadi babu dan orang kepercayaan yang harus melakukan lebih. Jangan mau disuruh-suruh. Ingat ya, jangan mau disuruh-suruh apabila kamu tahu teman kamu bisa melakukannya sendiri.

Itu saja sih. Oh ya, dan lagi. Pisahkan hubungan kerja dengan pertemanan. Meskipun kamu berinteraksi dengan orang yang sama. Apa yang terjadi dalam suatu bilik, seharusnya tidak akan menggangggu bilik yang lainnya. Berhati-hatilah dengan emosi kamu, sedapat mungkin jangan sampai melukai hati yang lainnya. Semua orang memiliki porsi dan kapasitasnya masing-masing. Sebagai yang lebih kuat, mungkin memang sudah kodratnya kamu menutup lubang-lubang dalam tim kamu. Again, be kind. Because afterall, everyone you meet is fighting a hard battle 🙂


Memang akan lebih ringan, tapi apa jadinya kalau kamu memutuskan untuk melepaskan saja? 

Advertisements

One thought on “as a TEAM

  1. Reblogged this on Armanketigabelas and commented:
    Allah tidak membebani seseorang melebihi kemampuannya. Jika terasa berat, bersyukurlah. Berarti kau diberi kesempatan untuk belajar menjadi lebih kuat, lebih bertanggung jawab.

    ~Everyone have their own fight. Fight with their yesterday self, to be better one tomorrow.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s