Yang Kecil dan (sering) Terlewatkan

Kadang-kadang, kamu dikejutkan oleh sesuatu yang semula kamu anggap remeh. Kadang-kadang, kamu menemukan perubahan yang tercipta dari aksi-aksi kecil. Kadang-kadang, kamu sadar bahwa kamu dapat memperoleh apa yang kamu mau karena alasan-alasan yang bahkan luput dari pengamatanmu sehari-hari. Dan vice versa, hal-hal kecil itu juga dapat menjadi obstacle kamu untuk meraih impian kamu. Adakah yang pernah menyimak commencement speech-nya Steve Jobs saat dia wisudaan di Stanford? Kalau belum, dengarkanlah. Kamu akan menyadari, bahwa memang benar hal-hal kecil itu kadang sangatlah krusial. Melebih hal-hal yang kamu anggap besar dan selalu diperhatikan. Tanpa kamu sadari sebelumnya.

Salah satu hal kecil itu ialah dengan bersikap baik. Be kind, because good people attract good people. Percaya atau tidak, orang tanpa disadari akan tertarik dengan mereka yang saling memiliki kesamaan. Dalam hal apapun. Itulah sebab, mengapa seringkali kita merasa dunia mendadak menjadi sempit ketika ternyata teman kita si Ini, kenal dengan si Itu, dan si Itu kenal dengan si Dia, dan kita juga berteman dengan si Dia. Karena kita cenderung berteman dengan mereka yang memiliki kesamaan dengan kita. Karena tanpa disadari, sebenarnya kita tidak mencari teman. Namun kita berhubungan atau bergaul dengan orang-orang yang berada dalam ruang fisik yang sama dengan kita. Malcolm Galdwell ternyata juga berpikiran serupa, dan menuliskan sedikit hasil risetnya tentang hal itu di buku Tipping Point miliknya.

Karena itu, sebenarnya teman-teman kita juga mencerminkan diri kita. So, be kind. Agar kamu juga mendapatkan teman-teman yang baik. Saya sadar bahwa saya orang yang beruntung, dan saya bersyukur akan hal itu (atau saya bersyukur, maka saya merasa beruntung. Entah.). Salah satu faktor yang akhirnya saya sadari menjadi alasan dari beberapa achievement ialah bukan karena saya pandai atau rajin. Tapi karena teman-teman saya; orang-orang yang sering berinteraksi dengan saya. Kalau saya tidak punya mentor si A, maka dulu pasti saya nggak akan tahu kompetisi ini-itu. Kalau saya tidak dekat dengan si B, C, D dan seterusnya maka dulu pasti saya nggak akan ikut terlibat dalam kegiatan ini-itu. Seterusnya, dan seterusnya.

Bayangkanlah, baru beberapa tahun berteman saja tanpa kamu rencanakan sebelumnya kamu banyak mendapatkan ‘kejutan’ dari proses pertemananmu. Bagaimana beberapa dekade mendatang? Saat tidak hanya kamu, namun teman-teman kamu juga sudah menjadi ‘orang’. Dan sebagai catatan, jangan oportunis dalam berteman. Prosesi pertemanan tidak sesederhana menambah dan mengurang seperti matematika. Saya sendiri, percaya seratus persen dengan yang namanya reaksi kimia. Kalau tidak ada reaksi kimia, maka bisa dipastikan kami akan susah menjadi teman dekat. Dan saya orang yang cenderung susah mengoleksi teman dekat, sejak awal mula. Semuanya bertumpu pada reaksi kimia.

Dan kebetulan, Dia memberikan saya teman-teman dekat yang ‘menyenangkan’. Untuk itu, saya sungguh merasa beruntung.

Advertisements

3 thoughts on “Yang Kecil dan (sering) Terlewatkan

      1. hehe. iya juga sih, pada akhirnya memang akan seiring waktu buat temenan dan sahabatan itu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s