Pendeteksi Rasa

Kamu jatuh cinta, lalu apa? Mengapa ada jatuh sebelum cinta? Bukankah jatuh itu menyakitkan? Menarikmu dalam kubangan yang mungkin gelap dan membuatmu tak dapat melihat, yang mungkin dingin dan membuatmu menggigil, yang mungkin kotor dan membuatmu jengah. Kamu sudah tahu, jatuh tidak dapat dipisahkan dengan cinta. Itu satu paket, hemat ataupun tidak hemat, itu satu paket. Dan kamu, juga aku, dan juga mereka, harus mau menelan keduanya.

Dan kapan, kamu tahu kalau yang kamu rasakan itu cinta yang sebenarnya? Adakah alat pendeteksi semacam metal detector, tapi ini untuk mendeteksi perasaan? Karena sejujurnya, aku kesusahan untuk mendefinisikan perasaanku sendiri. Kata mereka, kamu akan langsung tahu begitu saja ketika kamu merasakannya. Lalu kalau berarti, aku belum pernah ya merasakannya? Lalu dasar apa yang dulu membuatku mengiyakan ajakan beberapa pria untuk berhubungan dengan mereka? Aku suka dengan mereka, karena kalau tidak maka mereka juga tidak akan lolos seleksi dan sampai ke tahap selanjutnya. Ah. Aku tahu. Aku hanya suka. Kata mereka lagi, bukankah suka itu berbeda dengan cinta?

Apa arti sebuah kata, sebenarnya? Mengapa suka itu bukan cinta, dan mengapa cinta itu lebih daripada suka? Kalau suka itu diganti dengan cinta, —SHUT UP. Mengapa ya susah untuk tidak memikirkan segala.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s