Homeless

Apakah kamu tidak memiliki tempat untuk merebahkan raga sekaligus jiwa malam ini, Ibu-yang-tak-beralas-kaki?

Maukah kamu mengatakan padaku bagaimana caranya nanti kau akan berdamai dengan dinginnya pagi yang masih muda? Karena aku pernah sekali-kali merasakannya juga, dan selalu gagal untuk bisa mengatasinya -dengan nyaman.

Apa yang membawamu hingga tak bisa pulang dan menghangatkan diri di bawah selimut, -meski yang sudah sungguh tipis sekalipun? Mungkin saja, kamu baru saja bertengkar dengan suami yang telah puluhan tahun kamu nikahi -kamu jelas sudah puluhan tahun menikah bukan? kamu tua dengan uban yang menjajah hitamnya rambut masa mudamu. Mungkin saja, kamu berjiwa petualang sedari remaja hingga sering iseng tidur di emperan toko pinggiran jalan raya. Atau, ini adalah atau yang sungguh tak kuinginkan, kamu memang tak memiliki rumah untuk berpulang setelah seharian bertarung di luar sana.

Apakah rumahmu satu dari sekian banyak rumah yang berdiri di area terlarang lalu terpaksa harus ikutan digusur mereka yang berkepentingan? Apakah rumahmu satu dari sekian banyak rumah yang tergadai lalu gagal kau ambil lagi kuncinya? 

Terkutuklah negara yang dulu sekali pernah berjanji untuk melindungi kamu, dan mereka teman-temanmu yang ternyata banyak sekali. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s