Orang yang hidup

Beberapa jeda hari yang lalu, saya bertemu dengan orang baru. Saya langsung suka sejak pertama kami bertatap mata. Kamu tahu apa bagian manusia yang paling saya gilai? Yang menurut saya akan bisa membuka buku-buku di dalam dia hanya dengan melalui satu bagian itu saja? Bagian itu adalah mata.

Dan mata orang baru yang kemarin hari saya jumpai, sangat sparkling. Dia perempuan. Bertato. Berpotongan rambut pendek. Putih. Cantik. Dan entah mengapa membuat saya langsung teringat dengan karakter Diva di dalam buku tetralogi Supernova-nya Dewi Lestari.

Kami bersalaman. Lalu duduk berhadapan. Membicarakan segala semerdeka udara, yang terjebak dalam ruang hampa atau yang sebaliknya, bergerak ganas menciptakan badai gila. Saya beberapa kali berusaha tidak kalah menatap matanya. Tapi selalu gagal. Rasanya seperti menantang bertatapan dengan matahari di pagi yang meninggi, atau yang lebih sederhana saja, coba kamu tatap lampu kamarmu lama-lama. Akhirnya tiada yang bisa kamu lakukan selain melepaskan pandang karena tak tahan silau. Seperti itu analoginya.

Di akhir jumpa, dia memberi saya catatan kecil. Yang akan saya simpan, mungkin sampai nanti ketika saya alpa mengambilnya dari lipatan saku celana jeans dan meluntur dibabat mesin cuci dari laundry-an depan kosan. Di akhir jumpa, dia bilang agar saya jangan sampai pernah berhenti bermimpi.

Saya suka bertemu orang-orang baru! Apalagi yang masih hidup, dan membuat saya menjadi lebih hidup. Terima kasih untuk kamu yah.

Advertisements

4 thoughts on “Orang yang hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s