Understanding Life

Apa buku yang paling susah dipahami yang pernah kalian baca? Sejauh ini, bagi saya adalah Models of Democracy-nya David Held, buku semester awal dulu (ketahuan banget jarang baca buku kuliahan) hehehe. Atau mungkin, pelajaran apa yang paling susah kalian cerna? Bagi saya, adalah Matematika dan Fisika dulu ketika masa SMA 😀

Tapi, serumit dan sesusah apapun memahami dua konteks tadi, sepertinya (bagi saya) beberapa kali lebih rumit memahami kehidupan.

Ada quote bagus yang saya temukan hari ini:

If you find life difficult to understand intellectually.. It’s because you don’t want to accept it emotionally.

Minggu ini sepertinya tema tentang memahami kehidupan sering muncul ke permukaan. Dan semuanya, dimunculkan oleh teman-teman saya. Membuat saya, yang cenderung tidak setuju dengan konsepnya Confucius yang Life is really simple, but man insist on making it complicated, mau nggak mau kepikiran juga tentang kehidupan. Ralat, bukan tidak setuju sebenarnya. Saya hanya terkadang iri dan ingin bisa memandang life sesederhana beberapa kerabat.

Jadi, tema tentang understanding life minggu ini, dibuka ketika saya sedang nganterin teman kosan yang nyuciin mobilnya. Thanks to her. Di jalan pulang, kita ngobrol-ngobrol. Panjang. Salah satu kalimat yang mengganggu saya saat itu (yang sebenarnya kalimat ini sudah sering saya dengarkan kayak jutaan kali) adalah saat dia bilang tentang susahnya memahami orang.

Memahami orang adalah salah satu kunci sukses untuk memahami kehidupan, saya kira. Karena manusia adalah pemain krusial dalam kehidupan. Manusia memiliki perasaan, akal dan nafsu. Membuatnya menjadi complicated.  Membuat hidup menjadi rumit juga. Apalagi, kalau manusia yang memandang dunia yang berisi manusia-manusia serta makhluk-makhluk lainnya adalah orang yang kesusahan mensimplify apapun. Seperti saya.

Tapi, minggu ini saya belajar beberapa hal dari beberapa orang. Yang menganggap hidup itu nggak sekompleks itu kok. Kalau kamu tahu dan mengerti, hidup itu sederhana kok (yang mana berarti saya masih dalam tahapan tidak tahu dan tidak mengerti, kalau pakai opini ini hehe). If you understand, things are just as they are.

Ada lagi yang bilang, ya memang rumit. Satu-satunya cara adalah dengan tidak peduli lagi. Maka hidup akan menjadi jauh lebih mudah dan membahagiakan. Tapi, akan lebih membahagiakan lagi apabila kita bisa bahagia meski kita memilih untuk tidak mengacuhkannya. Caranya, dengan -menurut saya- adalah memahaminya. Butuh waktu memang. Dan bukankah itu salah satu tujuan kita hidup? Untuk memahaminya. I think I’m falling in love, with life, and it’s all about paying attention + understanding it.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s