Menunggu Supernova

Dewi Lestari adalah salah satu penulis Indonesia yang karyanya selalu saya tunggu. Tapi di antara tetralogi Supernova, Filosofi Kopi, Rectoverso, Perahu Kertas dan Madre, yang pertama adalah yang terfavorit. Dan dalam bagian yang pertama itu, yang paling paling pertama adalah yang paling saya suka. Maksudnya, di antara tiga buku Supernova lainnya, edisi perdananya yaitu Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh adalah yang membuat saya paling jatuh cinta. Entah kenapa. Tapi memang ya, apabila dalam konteks serial, biasanya selalu yang pertama yang paling mengena, meskipun mungkin seri kedua-ketiga-dan seterusnyalah yang lebih bagus. Misalnya, buku dan film Harry Potter. Juga Film Godfather. Juga Home Alone. Dan beberapa serial lainnya. Mungkin Harry Potter 4 lebih bagus, atau Godfather 2, atau Home Alone 2, tapi bagi saya yang paling ngena yang pertama. Ah sudahlah malah ngelantur. Intinya adalah, saya paling suka dengan Supernova pertama hehehe.

Pertama kali membaca, saya masih belum mengerti istilah-istilah semacam Paradigma, Paradoks dan -BAHKAN- footnote. Saya butuh mencari artian katanya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terlebih dahulu. Kalau tidak salah saya baca saat masih kelas 5 atau 6 SD. Tamat sih, tapi cuma ngerti kisah cintanya Ferre-Rana doang. Akhirnya ketika SMP saya membaca ulang buku ini, dan langsung langsung langsuuung jatuh cinta. Banyak sekali kata-kata indah Dee yang mengakar sejak saat itu. Seperti, ‘yang ada hanyalah ada’, ‘ini bukan hanya sekedar hanya’, ‘matilah terhadap semua yang kamu ketahui’, dan banyak sekali. Saya suka sekali bagian ketika Ferre berteman dengan Diva. Juga bagian ketika Dhimas dan Ruben mulai berdebat panjang lebar soal apapun. Simply awesome, membuat kita dipaksa untuk memikirkan redefinisi mengenai banyak hal.

Setelah edisi pertama, lahir Akar dan Petir. Dan dengar-dengar, sekarang Dewi Lestari sedang bikin Supernova edisi pamungkas. Rasanya tidak sabar untuk tahu kelanjutan ceritanya Diva, sekaligus ingin tahu ending Supernova versi Dewi Lestari. Saya yakin tidak akan membuat kecewa. Semoga sih, hehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s