Bahaya Sering Tidur Terlalu Malam

Iseng, barusan saja saya googling apa dampak terlalu sering tidur larut. Dan ternyata yang muncul benar-benar membuat saya khawatir plus takut banget. Katanya, tidur larut akan berimplikasi pada lama usia kita. Karena organ kita harus bekerja lebih keras daripada yang seharusnya. Mungkin kita belum ingin beristirahat, tapi setiap sel dan organ dalam diri kita berteriak menuntut untuk diistirahatkan. Ibaratnya, apabila mereka sering tidak istirahat akan cepat aus.

Yang lebih mengkhawatirkan, organ yang rawan sekali rusak adalah hati. Bagaimana bisa?

Pertama, di malam hari pukul 9 – 11 adalah pembuangan zat- zat tidak berguna/beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Lalu jam setelahnya hingga pukul satu, adalah proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas. Setelah proses itu, adalah proses de-toxin di bagian empedu (juga berlangsung dalam kondisi tidur). Kemudian pukul 3 sampai 5 adalah proses de-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran.

Pagi hari jam 5, adalah saat yang paling tepat untuk bangun. At least hingga jam 7. Karena dalam dua jam itu adalah waktu paling ideal untuk buang air kecil, secara ketika itu sedang terjadi proses de-toxin di bagian usus besar. Oleh karena itu, tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.

Saya langsung speechless deh rasanya. Almost everyday, saya tidur di atas jam 12, dan itu berlangsung sejak awal tahun ini. Hampir setiap hari, atau sepertinya memang setiap hari kecuali beberapa hari tertentu saat ketiduran hehe. Bahkan beberapa minggu terakhir sering banget tidur saat jam sudah mendekati angka 3. Rasanya rugi kalau tidur sebelum jam 11. Tapi research singkat barusan justru membuat saya merasa rugi tidur terlalu larut terus. Saya nggak mau hati saya rusak, soalnya patah hati saja sudah menyakitkan. Apalagi rusak hati ya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s