Menghargai Waktu

Seingat saya, tahun 2009 itu seperti baru setengah tahun yang lalu. Lalu bertemu teman-teman baru, keluarga baru, menempati kos-kosan baru, mengalami masa adaptasi pergantian memanggil pengajar dari guru menjadi dosen, menyambut ujian pertama, belajar kelompok dengan Cempaka-Alvin-Datuk (kangen banget sama masa-masa dulu deh), mendisain mimpi selama kuliah, pusing dan bingung mencari LSM, galau menemukan passion sendiri, kecelakaan, menjadi kakak bagi adik-adik fisipol yang unyu, mengalami masa semester yang menyenangkan, mengecewakan, menjadi bagian Forum for Indonesia dan Parlemen Muda, gagal percobaan MUN pertama dan akhirnya mengikuti MUN sesemester berikutnya, bersama Ananta kerja rodi sampai mau mati (lebay) bikin makalah (dan revisi) untuk PNM HI 2010, ————– banyak cerita!

Dan minggu pertama kuliah, ada sesuatu yang saya sadari. Semua sudah tidak sama seperti dulu. Angkatan saya sudah menua, terbukti dari semakin banyaknya saya menemukan angkatan bawah di kampus, di kelas, di kantin, di perpus, di mana saja. Kesadaran itu mengusik saya, membuat saya berhitung dengan waktu. Astaga, kira-kira tinggal 3 semester lagi saya kuliah formal.

Kesadaran, yang kemudian terus menghantui saya sepanjang hari. Saya harus mulai menghargai waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s