Ketika kamu harus berhati-hati

Ketika kamu tanpa berpikir mau memberikan sesuatu yang nilainya lumayan -atau bahkan sepenuhnya- berharga kepada orang lain, hati-hatilah.

Ketika kamu sudah mulai merasa bosan dengan seseorang yang sekarang ini dekat dengan kamu, tapi kamu tetap mempertahankannya karena alasan nyaman, hati-hatilah.

Ketika kamu mulai menemukan satu, dua, tiga, dan banyak kekurangan pada dirinya namun kamu masih memandangnya lebih daripada yang lain, sekali lagi hati-hatilah.

Ketika kamu sudah tidak memerlukan pendapat orang lain untuk memutuskan sesuatu yang menyangkut apa yang harus kamu lakukan dan/atau katakan untuknya, hati-hatilah.

Hati-hatilah, karena mungkin ketika itu kamu benar-benar memasuki sebuah lingkaran setan yang tidak akan membiarkanmu keluar dengan utuh. Whether kamu masih tetap akan berada di dalam rel-nya selamanya, atau kamu akan keluar dengan secuil hatimu tertinggal di sana.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s