Jangan (Pernah) Menyerah!

Sekitar empat tahun yang lalu, saya masih menjadi anak kelas dua SMA. Kelas dua SMA, bagi saya adalah tahun di mana saya banyak sekali belajar. Juga, merupakan tahun ‘pintu’ saya mengenal dunia yang sebenar-benarnya. Di tahun itu, saya menikmati gimana rasanya menjadi orang yang diamanahi tanggung jawab. Di OSIS, dan di majalah sekolah.

Anyway, yang ingin saya ceritakan adalah, di tahun itu juga saya melewati beberapa momen-momen yang masih saya ingat hingga sekarang saking memorablenya. Salah satunya adalah, saat saya memiliki misi untuk mewawancara Andrea Hirata.

Hari itu, yang kebetulan bukan hari libur, Andrea mengisi roadshow di Undip. Saya sudah mempersiapkan sejak hari-hari sebelumnya, agar saya berkesempatan mewawancara Andrea. Framingnya sih wawancara untuk majalah sekolah, padahal sebenarnya karena saya ingin dapat kesempatan berbicara lama dengan salah satu penulis idola saya saat itu. Mbak Dippie Kuron, manajer Andrea, sudah bersedia memasukkan nama saya di antara wartawan-wartawan yang hendak mewawancara Andrea setelah acara selesai. Benar, setelah seminar formalnya, Andrea membuka sesi wawancara di hotel Santik tempatnya menginap.

Dan begitulah. Hari itu saya bolos sekolah, dan pagi-pagi berangkat ke Semarang. Nggak diantar ayah seperti biasa (saat SMA di mana-mana kan diantar, ahhh kangen masa-masa masih nggak dipercaya orang tua untuk pergi ke mana-mana sendiri hehe. Untungnya hari itu saya sama kakak saya), tapi saat itu saya naik bis. Anyway, Seminar berjalan lancar. Sangat lancar menurut versi saya, karena saat itu saya menjadi penanya yang dipilih Andrea untuk mendapatkan buku yang ditandatangi dia. Setelah seminar, saya langsung meluncur ke hotel Santika dekatnya Gramedia. Dan.. ziiing. Di sana saya menunggu berjam-jam. Dan kok sepi-sepi saja ya. Saya hubungi mbak Dippie, nomernya nggak aktif. Baru agak siang, nomor mbak Dippie aktif.

Begitu telpon diangkat, dan salam basa-basi, saya langsung nanya mereka di mana. Dan jawabannya, sungguh membuat saya meleleh. Demi apapun, Mbak Dippie bilang mereka sudah di bandara dan pesawatnya akan berangkat sejaman lagi. Fcuk banget. Sempat bimbang, mau dilepas atau gimana ini ya, soalnya meskipun sama-sama di Semarang jarak Gramedia-Bandara lumayan jauh juga.

Akhirnya masih nekat, mengejar. Untuk supir taksinya kooperatif sekali, ngebut. Sumpah mirip sama adegan mobil-mobilan di TV hehe. Dan sampai bandara, mulailah bagian nego-nego dengan satpam. Mereka sudah masuk ruang tunggu, dan karena kita nggak punya tiket kita nggak bisa masuk. Masa iya harus beli tiket untuk masuk ke dalam? 😦

Saya sudah diambang keputusasaan. Jarum jam semakin mendekati waktu berakhir. Rasa menyesal dan nyesek karena impian saya nggak terwujud sudah mulai merambati hati saya. Hingga akhirnya fix, satpam nggak bisa dinego, saya langsung melemah. Lemes rasanya. Perjuangan dari bolos sekolah, nekat naik bis dan menempuh jarak dua jam perjalanan, nunggu berjam-jam, ngebut di jalan, dan sekarang sudah berada di tempat yang sama dengan Andrea tapi nggak bisa wawancara langsung.

Di detik-detik saya sudah hampir menyerah itu, handphone saya bergetar. Saya angkat, dan ada suara yang menanyakan saya sekarang di mana. Jantung saya langsung memompa darah lebih keras daripada sebelumnya. Deg. Saya langsung berdiri tegak, dan bilang saya ada di dekat satpam pintu masuk ruang tunggu. Daaaaaan………

Ada seraut wajah yang saya kenali. Berjalan mendakat. Lalu semakin mendekat….

…. dan menyalami saya serta bilang

‘Halo, Fela ya? Saya Andrea.’

See?

Jangan takut bermimpi. Saat kamu sudah punya mimpi, jangan Cuma bermimpi. Jadikan itu menjadi nyata, dengan berjuang dan berdoa. Jangan menyerah, karena barangkali di helaan napas setelah kamu memutuskan berhenti dan menyerah, Tuhan berencana mengabulkan pintamu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s