5cm

Tahu nggak, dari dulu hingga sekarang saya sebel dengan pelajaran eksak. Saya nggak suka dengan yang namanya angka, dan bahasa-bahasa yang tidak jauh di sekitaran angka. Ketika saya masih SMP, saya sudah nggak suka dengan matematika. Saya juga bodoh di Matematika, dari dulu hingga sekarang. Agak sedih sih, tapi gimana mau pintar kalau belajar matematik aja sudah nggak nafsu.

Saya ingin bercerita, tentang matematika, Ujian Akhir Nasional dan buku 5cm. Kelas tiga SMP, matematika saya buruk sekali. Awal semester, saya benci setengah mati dengan pelajaran ini. Nilai matematika try out pertama saya, hancur sekali. 10 terbawah di kelas. Saat itu kalau pelajaran matematika saya deg-degan rasanya. Takut disuruh maju dan nggak bisa. Sebelum mid term exam ataupun try out matematika juga, saya stress sendiri karena mikir nggak bisa dan pasti dapat nilai jelek. Belajar juga nggak bisa-bisa. Argh!

Tapi kemudian, saya ingat sekali saat itu saya membaca sebuah buku. Yang dengan ajaibnya, kemudian membuat saya yakin kalau saya bisa menaklukkan matematika. Buku itu, judulnya 5cm, penulisnya mas Donny Dhirgantoro. Setelah membaca buku itu, somehow saya yakin bahwa saya bisa menguasai matematika. Saya bisa mendapat nilai bagus di matematika. Saya bisa ngerti matematika. Dan semuanya jadi bisa! Saya kemudian jadi suka dengan matematika di kelas tiga itu. Karena suka, saya jadi mengerjakan PR, saya jadi suka mengerjakan soal-soal Matematika. Karena saya bertekad untuk menaklukannya, apapun saya lakukan untuk itu. Saya hampir setiap hari nanyain soal yang saya nggak bisa ke teman-teman yang jago matematika. Dan saat pengumuman nilai UAN, saya sangat bahagia ketika mengetahui nilai matematika saya di atas 95. Bahagia, karena ingat perjuangan saya yang seperti terbayar lunas. Alhamdulilah. Thanks God.

Ini adalah salah satu paragraf indah yang ada di dalam buku 5cm:

“Mimpi-mimpi kamu, cita-cita kamu, keyakinan kamu, apa yang kamu mau kejar, biarkan ia menggantung, mengambang 5 centimeter di depan kening kamu. Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu. Dan kamu bawa mimpi dan keyakinan kamu itu setiap hari, kamu lihat setiap hari, dan percaya bahwa kamu bisa. Apa pun hambatannya, bilang sama diri kamu sendiri, kalo kamu percaya sama keinginan itu dan kamu nggak bisa menyerah. Bahwa kamu akan berdiri lagi setiap kamu jatuh, bahwa kamu akan mengejarnya sampai dapat, apapun itu, segala keinginan, mimpi, cita-cita, keyakinan diri. Biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter mengambang di depan kening kamu. Dan… sehabis itu yang kamu perlu cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat ke atas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja, dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya, serta mulut yang akan selalu berdoa. Keep our dreams alive, and we will survive.. ”

Advertisements

2 thoughts on “5cm

  1. Ini buku kesukaan aku banget kak. salah satu dari buku2 Indonesia yang emang minat kubaca dan orang yang rekomendasiin ini ke aku jadi sahabatku banget sekarang karena aku bener2 kagum sama isi dari buku ini dan it must be someone so special sampe dia ditakdirkan rekomendasiin buku ini buat aku.

    this book is like my mantra when i’m down.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s