(im)perfection

Sekitar satu dekade yang lalu, saya yang masih kecil menonton sebuah film dengan Ayah. Judulnya Score, yang membintangi Robert de Niro. Saya suka dengan film itu, meski tidak favorit banget. Tapi saya suka, dan masih ingat jalan ceritanya hingga sekarang. Pun saya masih belum bisa melupakan, saat selesai menonton film itu ayah saya berpesan, agar saya tidak percaya 100% dengan suatu hal. Tetap sisakan at least 1% saja untuk zona curiga. Zona tidak percaya. Zona ragu. Fyi, itu memang salah satu moral value dari film Score. Lebih lengkapnya tentang film itu mending nonton langsung saja deh J

Hari ini, saya memperoleh manfaat dari film yang telah saya tonton ribuan hari yang lalu itu. Hari ini, adalah hari H sebuah acara roadshow dan seminar yang saya handle. Konsepnya sudah matang, semuanya sudah fix bahkan seminggu sebelum acara berlangsung. Pembicara sudah konfirmasi datang sebulan sebelumnya, dan terus selalu kita follow up setiap minggunya. Saya punya team yang hebat dan luar biasa. Tidak ada alasan untuk meragukan acara di hari H.

Tapi, saya tidak bisa melepaskan diri saya untuk seratus persen, sepenuhnya percaya pada zona yang aman itu. Saya masih meragukan beberapa persen untuk keraguan. Kamu boleh bilang saya pesimis, tapi saya tahu pasti bahwa saya orang yang realistis. Dan saat acara berlangsung, tepat saat MC membuka acara, handphone saya berdering. Saya mendapat kabar, bahwa keynote speaker tidak bisa hadir. Bahwa beliau ada acara yang urgen dan sangat mendadak hingga harus terbang ke Jakarta pagi itu juga. Deg.

Saya terluka, apalagi saat membayangkan ada berapa banyak orang yang juga terluka karena keputusan ini. Bayangkan, ada yang datang jauh-jauh dari kota lain untuk melihat acara ini. Untungnya, saya sudah mempersiapkan ini. But this, is definitely a very worst case. Beliau membatalkan saat acara berlangsung, bukan sebelumnya. Oke. Saya tidak boleh terlihat kecewa dan down di depan team saya. Saat itu saya langsung teringat perkataan Ananda Siregar, selalu katakan semua baik-baik saja kepada team kamu. Oke.

Alternatif.. alternatif.

Alternatifnya, pembicara yang satunya mengulur waktu. Sesi tanya jawab ditambah. Dan acara selesai setengah jam sebelum tenggat yang direncanakan. Not bad. Semuanya berjalan sesuai rencana sebenarnya. Sesuai ekspektasi. Hanya saja, kadang ada beberapa hal yang di luar kontrol kita. Kita tidak bisa mengharapkan kesempurnaan, saya kira. Tidak ada yang sempurna dan kita tidak perlu berharap akan kesempurnaan. Justru kesempurnaan itu, dituntut dari sikap kita menghadapi ketidaksempurnaan. Semoga banyak pelajaran yang saya dapat hari ini, untuk menjadi manusia yang lebih hidup.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s