Masih

Beberapa menit yang lalu, kamu bahagia. Merasa tidak ada orang lain di dunia ini yang bisa sebahagia kamu. Alasannya sederhana saja, karena senja tadi kamu berpapasan dengannya. Di jalan raya, yang ramai mengamuk, tiba-tiba dia menyapamu dari belakang. Bertanya, kamu hendak ke mana?

Yang membuatmu bahagia, karena detik ketika dia tiba-tiba menyapa, adalah detik yang sama ketika hati serta pikiranmu sedang dijajah olehnya. Ya, kamu sedang mengimajinasikan dia, dan tiba-tiba dia menjadi nyata. Semua orang yang sedang jatuh cinta, pasti juga akan merasakan apa yang kamu rasakan. Bahagia. Luar biasa bahagia.

Dan kamu ingin segera pulang ke rumah, ingin mengkristalkan apa yang kamu rasakan dalam bentuk yang lebih nyata. Tidak hanya sebatas perasaan saja. Karena pikirmu, suatu saat nanti ketika kamu jatuh sedih, kamu bisa membuka kembali cerita ini dan tersenyum bahagia. Ya, kamu ingin segera pulang ke rumah. Untuk menggambarkan cerita ini, mengabadikannya entah dalam aksara atau bahasa visual. Yang jelas kamu ingin mengabadikannya.

Tapi detik yang sama, ketika telunjukmu akan memencet satu huruf pertama…

…semua rasa yang tadi ada luruh secara tiba-tiba. Jatuh entah di mana. Seperti mendadak ada gerhana matahari, yang semula benderang mendadak menjadi hilang. Karena satu alasan sederhana. Alasan yang memiliki korelasi dengan dia, yang juga tadi membuatmu merasa menjadi orang paling bahagia.

Selamat ya, sepertinya kamu masih jatuh cinta.

Advertisements

One thought on “Masih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s