The Reason I do What I do, and did What I did

Dia, tiga jiwa dalam satu makna.

Senyumnya, membuatku lebih kuat tujuh kali lipat daripada sebelumnya. Aku bicara soal tekad, untuk mewujudkan impiannya. Impiannya adalah impianku. Doanya adalah doaku. Gelisahnya adalah gelisahku. Marahnya adalah marahku. Senangnya adalah senangku. Sedihnya adalah sedihku. Ya, dia adalah aku. Dan aku adalah dia.

Kebahagiaan tertinggi yang selalu kurindukan, adalah saat aku melihat bibirnya yang melengkungkan senyum. Atau matanya yang berpendar bangga. Atau getar suaranya yang menyiratkan bahagia. Atau pelukannya yang merengkuh diriku tenggelam dalam euforia senang versi dia. Senyuman, tatapan bangga, resonansi bahagia, euforia suka cita… yang dia lakukan ketika aku membuatnya bangga.

Semua itu, terangkum satu dalam dia. Dia adalah rumah. Rumahku. Tempatku berpulang sejauh apapun aku pergi. The reason I do what I do. And I did what I did.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s