Dear my Dearest.

Kamu tahu, ini adalah persoalan waktu saja. Tentang siapa memberi tahu siapa lebih dahulu. Dan akulah yang pertama kali tahu, dari kamu. Aku tidak tahu bagaimana mengartikulasikan keadaan ini. Apakah aku yang beruntung, atau kamu yang beruntung karena kamu yang pertama kali memberitahuku. Yang jelas aku sudah tahu bagaimana milikmu, dan kamu belum tahu bagaimana milikku.

Kuterka sudah sekitar seribu hari yang lalu, saat aku kali pertama terjebak dalam posisi seperti ini. Ternyata terulang lagi. Kali ini, sama seperti seribu waktu yang lalu, aku juga akan melangkah ke belakang. Mundur secara teratur. Untuk kamu.

Kenapa?

Sederhana saja, karena milik kita ternyata sama. Dan aku tidak ingin kamu bimbang, atau merasa luka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s