Galaksi Kinanthi

Ini, adalah salah satu novel aseli Indonesia yang membuat saya bergetar ketika membacanya. Juga membuat saya, sekali lagi membacanya begitu tamat. Fyi, selain Galaksi Kinanthi saya juga pernah bergetar setelah membaca novel Supernova: Ksatria, Puteri dan Bintang Jatuh; Laskar Pelangi; Perahu Kertas dan 5cm.

Kinanthi, yang namanya dicomot menjadi judul novel ini, semula hanyalah gadis kecil yang tinggal di pelosok paling ndeso dari desa Gunung Kidul. Bisa dibilang, keluarganya dianggap keluarga yang paling nista di desa itu. Ayahnya penjudi, Ibunya sudah kawin berkali-kali, dan kakak-kakak Kinanthi tidak pernah jelas masa depannya. Gossip tentang keluarga Kinanthi selalu miring dan tidak enak didengar. Akibatnya Kinanthi kecil tidak mempunyai banyak teman di bangku Sekolah Dasarnya. Satu-satunya yang mau berkawan hanyalah Ajuj, anak seorang ‘kyai’ di desa itu.

Mereka masih terlalu kecil untuk mengenal cinta, saat itu. Mereka hanya merasa nyaman ketika berdua, meskipun seolah-olah alam dan manusia sekitar menentang pertemanan mereka. Tapi toh Kinanthi dan Ajuj kecil masih sering main bersama. Mencari bekicot atau hanya jalan-jalan bersama si kecil Hasto, adik Kinanthi. Ayah Ajuj, adalah satu di antara sekian banyak orang yang tidak suka dengan pertemanan mereka. Bahkan karena Ajuj masih membandel, akhirnya hubungan ayah-anak itu retak juga. Ajujpun pergi dari rumah dan tinggal di rumah mbah Glagah (btw, saya lupa nama nenek ini :)).

Saya menemukan paradoks di sini. Meski secara sosial status ayah Ajuj lebih diagungkan dari ayah Kinanthi, namun sebenarnya hati ayah Kinanthi lebih agung daripada ayah Ajuj sendiri. Itu terrefleksikan dari penggalan-penggalan kalimat nasihat yang seringkali terlontar dari mulut ayah Kinanthi. Juga saat orang tua Kinanthi memutuskan untuk menitipkan Kinanthi pada Pak Edy, seorang yang kaya dan berasal dari Bandung. Ayah Kinanthi berkeras, bahwa mereka hanya menitipkan Kinanthi agar si kecil itu bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, sekualitas otak Kinanthi yang memang sudah terlihat cemerlang sejak kecil. Namun sepertinya Kinanthi kecil salah mengartikannya. Dia sakit hati karena merasa dijual orang tuanya, demi beberapa kilo beras saja.

Ada yang membuat saya seketika membiru ketika membaca part ini. Ketika pada akhirnya Kinanthi dijemput Pak Edy, dan lalu dia lari menyelamatkan diri. Hanya satu tempat tujuan, untuknya meminta perlindungan terakhir. Ajuj. Sayang ayahnya juga ikut mengejar, lalu menggendongnya pergi ketika dia berhasil menyambangi rumah Simbah di mana Ajuj tinggal. Ajuj pun yang mengerti apa yang akan terjadi, kemudian berlari sekencang-kencangnya. Mengejar mereka. Sayang ketika sampai Ajuj telah terlambat. Kinanthi sudah di atas mobil Pak Edy, yang berjalan meninggalkan gubug reyot tempatnya bernaung selama ini. Ajuj terus mengejar… hingga akhirnya mobil itu tak terkejar.

Ternyata Pak Edy seorang agen TKI dan TKW ilegal. Kinanthi menjadi korban, tidak dapat dielakkan lagi. Dia dikirim ke Arab Saudi, dan terdampar di sebuah keluarga Arab yang garang dan senang menyiksanya. Akhirnya Kinanthi kabur. Keluar dari mulut buaya, lalu masuk ke mulut serigala. Kinanthi terdampar di sebuah keluarga lainnya, yang kemudian membawanya ke Amerika. Tanah Paman Sam, yang kata banyak orang adalah sumber kebebasan. Bebaskah Kinanthi di sana?

Majikan barunya berlipat-lipat lebih ganas daripada yang sebelumnya. Dia disiksa, dipukuli dengan tongkat bisbol. Bahkan, pada akhirnya dia diperkosa oleh beberapa orang sekaligus. Dia akhirnya melarikan diri lagi, kali ini terdampar di sebuah masjid. Di sini, dia kemudian bertemu dengan seorang muslimah Amerika. Perempuan muslim ini membantunya sedemikian rupa, hingga kasus Kinanthi masuk ke pengadilan. Kinanthi yang menang, dan dia akhirnya menjadi warga negara Amerika.

Tahun demi tahun berlalu, Kinanthi kecil bermetamorfosa. Dia meletakkan kata ‘Hope’ sebagai nama akhirnya, menjadi Kinanthi Hope. Dia mengambil kuliah di fakultas kedokteran, hingga akhirnya menjadi profesor yang disegani. Dia juga menulis buku, yang kemudian menjadi bestseller. Sehebat itu, hingga Kinanthi mendapat julukan ‘Queen of New York’.

Masalah kemudian mulai muncul ke permukaan, saat dia menulis novel barunya. Bukan buku ilmiah, namun novel romance. Dalam proses menulis itulah, dia sadar bahwa dia butuh pelepasan..

Ya, sejak pertama kali meninggalkan Gunung Kidul, Ajuj tidak pernah lelah berlari di batinnya. Bahkan Kinanthi selalu mengirimi Ajuj surat, namun tidak pernah berbalas (surat yang ternyata disembunyikan orang tua Ajuj). Seringkali dia menangis, saat memandang langit di malam hari. Mereka berdua punya kenangan manis, tentang sebuah susunan bintang yang mereka namai sebagai Galaksi Cinta.

Akhirnya Kinanthi memutuskan untuk pulang ke Gunung Kidul. Dan…. ketika bertemu Ajuj untuk kali pertama dia sadar bahwa mereka berdua sangat berkontradiksi. Kinanthi yang seorang profesor sukses dari New York dan Ajuj yang menjadi penambang batu gamping lusuh dari Gunung Kidul. Namun itulah cinta, yang kata banyak orang membuat mereka yang mengalaminya menjadi buta.

Bagaimana akhirnya?

Saya sarankan baca saja novelnya 🙂

Selain bagian Ajuj yang mengejar Kinanthi itu, saya juga membiru ketika bagian Kinanthi mendengarkan lagunya Letto yang Sebelum Cahaya. Juga saat Kinanthi turun ke tebing untuk mencari Ajuj. Banyak pokoknya. Terlalu susah untuk dirangkum dalam aksara.

Fyi, setelah membaca novel ini hal pertama yang saya lakukan adalah mengabari kakak saya kalau dia harus membacanya. Hal kedua, download Sebelum Cahaya. Ternyata lagunya Letto – Sebelum Cahaya bagus juga ya!

Love,

Fela.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s